Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘PSAK/IFRS’ Category

Audit secara umum dilaksanakan dalam 4 pahase, yaitu:

  1. Phase I: planning
  2. PhaseII: begin field work
  3. Phase III: End of field work
  4. Phase IV: Completing

Pada sesi ini akan dibahas tahap IV berupa completing the audit (penyelesaian audit). Pada tahap ini ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Review contingent liabilities
  • Review subsequent event
  • Pengumpulan final evidence
  • Evaluasi hasil audit
  • Penerbitan audit report
  • Komunikasi dengan komite audit dan manajemen
  • Subsequent discovery of facts

Labih lanjut mengenai materi ini silahkan baca:

Handout Chapter 24

PSAK No. 8 Peristiwa setelah Tanggal Neraca (sebagai acuan bagi penentuan subsequent event)

PSAK No. 57 Kewajiban Diestimasi, Kontijensi & Aktiva Kontijensi (sebagai acuan untuk review contingent liabilities)

Read Full Post »

Program Konvergensi IFRS Tahun 2009

Dalam rangka mencapai program konvergensi IFRS secara penuh pada tahun 2012, maka Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) mengagendakan untuk mengadopsi 18 IFRS/IAS di tahun 2009, yaitu:

  1. IFRS 2 Share-based payment
  2. IFRS 3 Business combination
  3. IFRS 4 Insurance contracts
  4. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations (more…)

Read Full Post »

Sebuah publikasi bagus dari KPMG Indonesia (Siddharta Siddharta & Widjaja) mengenai perbandingan antara IFRS dengan Indonesian GAAP (PSAK).

Perbandingan ini menyangkut perbedaan dan persamaan antara IFRS dan PSAK. Walaupun mungkin belum seluruh aspek dimasukkan dalam publikasi ini, tetapi sudah sangat memadai untuk memahami secara komprehensif perbedaan dan persamaan yang ada.

Lebih lengkap mengenai perbandingan (persamaan dan perbedaaan) antara IFRS dengan PSAK (Indonesia GAAP) silahkan download publikasi dari KPMG Indonesia dalam bentuk pdf berikut ini:

Baca juga postingan mengenai program kovergensi IFRS dan master plan sampai dengan tahun 2012

Read Full Post »

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 berisi tentang penyajian laporan keuangan, pedoman untuk struktur dan syarat minimum dalam penyajian laporan keuangan. Tujuan pernyataan dalam PSAK No. 1 adalah menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut “Laporan Keuangan” agar dapat dibandingkan, baik dengan laporan keuangan perusahaan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan perusahaan lain. Pengakuan, pengukuran,serta pengungkapan transaksi dan peristiwa tertentu diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi terkait.

Komponen laporan keuangan yaitu, neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dalam laporan keuangan harus dicantumkan nama perusahan, cakupan laporan keuangan, tanggal atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan, mata uang pelaporan, satuan angka yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan.

Penyajian laporan keuangan mensyaratkan pertimbangan dan estimasi pada setiap transaksi. Penjelasan mengenai penggunaan kebijakan akuntansi dan dasar estimasi yang digunakan dalam laporan keuangan disyaratkan dalam pembuatan laporan keuangan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1999.

Read Full Post »

Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya.
Tujuan Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.

Lebih lengkap download: PSAK No 02 Laporan Arus Kas (.pdf 153kb)

Read Full Post »

IFRS merupakan standar dan intepretasi yang disusun oleh International Accounting Atandards Board (IASB).

Sebagian besar standar yang menjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standards (IAS). IAS diterbitkan antara tahun 1973 sampai dengan 2001 oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Pada bulan April 2001, IASB mengadospsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar yang dilakukan.

Struktur IFRS

International Financial Reporting Standards mencakup:

  • International Financial Reporting Standards (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah tahun 2001
  • International Accounting Standards (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001
  • Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001
  • Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) – sebelum tahun 2001 (more…)

Read Full Post »

Langkah maju telah dibuat oleh FASB dan IASB untuk mengkonvergensi isi dari IFRS dengan US GAAP. Hal ini ditujukan agar ketika SEC (otoritas bursa US, Bapepam di Indonesia) sudah mengeluarkan regulasi yang mewajibkan perusahaan go public di US untuk menggunakan IFRS, semua perusahaan publik tersebut tidak mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan IFRS (key differences will have been resolved). 

Proses konvergensi ini masih terus berjalan (ongoing), dan perbedaan antara IFRS dengan US GAAP semakin berkurang. Beberapa perbedaan yang masih ada, misalkan: (more…)

Read Full Post »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers